17.6.11

Peluang Ada Dimana-dimana



Saat kita lulus sekolah di SMP atau SMA atau juga perguruan tinggi apa yang kita pikirkan.? tentunya mencari pekerjaan, bikin segala kelengkapan surat lamaran 30 amplop, masukin sana masukin sini tapi belum juga ada panggilan, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan belum juga dapat pekerjaan, dan akhirnya kita putus asa. kenapa anda putus asa.?, mungkin karena apa yang anda harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. kita hanya bisa berkata belum ada kesempatan, terus kapan kesempatan datang, masihkah ada peluang buat kita yang telah pergi sana pergi sini masukin lamaran tanpa hasil.
apakah ada yang salah.? tidak ada yang salah dalam hidup kita, karena awal pikiran kita mencari pekerjaan, coba kalau kita berfikir menjadikan apapun sbagai peluang, berjuta-juta peluang ada tersebar dimana-mana hanya saja pikiran kita sudah terfokus pada satu hal bekerja dengan penghasilan tetap.
apa yang kita pikirkan saat melihat kemasan air mineral di pinggir jalan.? apa yang kita pikirkan saat kita melihat kardus, plastik , kertas berserakan di jalan, apa yang anda pikir tentang MLM (multi level marketing).? bisakah semua itu menjanjikan hidup yang lebih baik,?. saat kita berpikir kemasan air mineral hanyalah sbuah sampah yang tak berguna, tapi ada orang lain yang memandangnya sebagai butir-butir mutiara, saat kita memandang bahwa MLM (multi level marketing) adalah bisnis gak halal yang merugikan orang, tapi ada orang yang sukses di dunia MLM (multi level marketing) karena dia memandang itu sebagai bongkahan emas.
Terus gimana dong….??? intinya peluang bisa tercipta di mana-mana sesuai dengan apa yang kita pikirkan. banyak orang sukses dari penghasilan jadi pemulung, banyak orang sukses dari penghasilan jadi tukang baso, banyak orang sukses dari penghasilan menjalankan MLM. tidak ada yang salah dalam bidang usaha selama tidak bertentangan dengan hukum bangsa dan Agama. yang terpenting lakukanlah secara kontinyu, syukuri sekecil apapun hasilnya, maka Tuhan akan menambah karuniaNya kepada kita.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More